10 Manfaat Jahe Merah sebagai Obat Tradisional hingga Pencegah Kanker

7 February 2022
10 Manfaat Jahe Merah sebagai Obat Tradisional hingga Pencegah Kanker
BY Awal Mula

Jahe merupakan salah satu rempah yang sering dijadikan sebagai bumbu dan pengobatan karena khasiatnya yang baik untuk tubuh. Jahe terdiri dari dua jenis, yaitu jahe putih dan jahe merah. Tidak hanya jahe putih yang menyimpan manfaat yang baik untuk kesehatan, jahe merah pun memiliki segudang manfaat kesehatan untuk mengobati berbagai penyakit. Yuk, ikuti pembahasan lengkap tentang manfaat jahe merah di artikel ini! 

Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan

Jahe merah atau Alpinia purpurata merupakan famili Zingiberaceae. Tanaman yang dapat ditemukan di negara-negara tropis seperti Asia ini masih kerabat dekat dengan lengkuas, kunyit, dan kapulaga. Jahe merah adalah herbal yang memiliki ragam manfaat untuk mengurangi infeksi. Beberapa senyawa yang terdapat pada jahe merah, yaitu gingerol, shogaol, dan zingeron dapat berguna dalam melawan infeksi. Tidak hanya itu saja, jahe merah juga memiliki manfaat lain sebagai berikut:

Sebagai Pengobatan Tradisional

Selain memiliki aroma dan rasa yang unik, jahe merah juga mengandung gingerol. Gingerol merupakan senyawa bioaktif yang terdapat pada jahe. Kandungan tersebut berperan sebagai obat karena berfungsi sebagai antioksidan yang kuat dan memberi efek anti-inflamasi. 

Oleh karena itu, jahe merah sering digunakan untuk membantu melawan pilek dan flu, mengurangi mual, membantu pencernaan, sampai mengurangi stres, yang merupakan efek dari kelebihan radikal bebas pada tubuh. Melihat manfaat jahe tersebut, tak heran rempah satu ini sering digunakan sebagai pengobatan alternatif atau pengobatan tradisional dari zaman dulu.

Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Kandungan vitamin C tidak hanya terdapat pada jeruk atau buah-buahan lainnya. Jahe juga mengandung vitamin C dan magnesium yang dapat memperkuat sistem daya tahan tubuh. Selain itu, jahe juga dilengkapi dengan kandungan shogaol, gingerol, dan zingerone yang berguna sebagai antioksidan untuk tubuh. 

Jika kamu ingin meningkatkan daya tahan tubuh, kamu bisa menambahkan jahe ke dalam asupan harianmu, misalnya konsumsi minuman jahe yang terbuat dari ekstrak jahe merah.

Mengobati Rasa Mual

Jahe merah dapat mengobati rasa mual, terutama saat mengalami morning sickness. Selain itu, jahe juga dapat membantu mengatasi mual akibat kemoterapi dan mual karena hamil. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 1.278 perempuan hamil, 1,1 sampai 1,5 gram jahe merah dapat membantu mengurangi gejala mual yang mereka rasakan.

Meski jahe dinilai aman untuk mengobati rasa mual, namun perempuan hamil disarankan untuk konsultasi dengan dokter kandungan apabila hendak mengonsumsi dalam jumlah besar. 

Selain itu, apabila pernah mengalami keguguran atau mendekati persalinan, disarankan untuk menghindari jahe karena dapat berisiko mengalami pendarahan dan gangguan pembekuan darah.

Membantu Menurunkan Berat Badan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada hewan dan manusia, jahe dapat berperan dalam menurunkan berat badan. Dari hasil tinjauan literatur 2019 menunjukkan bahwa suplemen jahe dapat membantu menurunkan berat badan secara signifikan, mengurangi rasio pinggul dan pinggang pada orang obesitas atau kelebihan berat badan. 

Sedangkan menurut studi di tahun 2016, dari hasil penelitian yang dilakukan pada wanita obesitas yang diberi bubuk jahe selama 12 minggu menunjukkan pengurangan kadar insulin darah yang berhubungan dengan obesitas dan indeks massa tubuh mereka.

Selain itu, tinjauan literatur tentang makanan fungsional di tahun 2019 juga menemukan bahwa jahe memiliki efek yang baik dalam menurunkan berat badan pada orang obesitas.

Membantu Mengobati Osteoarthritis

Osteoarthritis (OA) merupakan masalah yang umum, yang melibatkan terjadinya degenerasi sendi di tubuh sehingga menimbulkan gejala seperti kaku dan nyeri sendi. Menurut tinjauan literatur mengungkapkan bahwa jahe dapat mengurangi rasa sakit osteoarthritis dan kecacatan secara signifikan. Sedangkan efek samping yang diamati dari jahe hanya mengenai masalah ketidakpuasan terhadap rasa jahe.

Berdasarkan studi 2011 menemukan bahwa campuran jahe, kayu manis, damar, dan minyak wijen dapat mengurangi rasa sakit dan rasa kaku pada orang yang menderita osteoarthritis lutut.

Menurunkan Gula Darah

Meski penelitian mengenai jahe dan diabetes relatif baru, namun jahe dianggap memiliki sifat anti-diabetes yang cukup kuat. Sebuah studi dilakukan di tahun 2015 terhadap 41 peserta dengan penyakit diabetes tipe 2, di mana mereka diberi 2 gram bubuk jahe per hari. Dari penelitian tersebut, hasilnya menunjukkan jumlah  penurunan gula darah sebesar 12%. Selain itu, hemoglobin A1c (HbA1c) yang merupakan penanda kadar gula darah, hasilnya juga ikut berkurang sebanyak 10% dalam waktu 12 minggu. Namun, perlu diingat bahwa ini hanya salah satu studi kecil. Meski hasilnya cukup mengesankan, namun masih perlu dikonfirmasi lagi dalam penelitian yang lebih besar. 

Mencegah Penyakit Kanker

Jahe merah memiliki sifat anti-kanker sehingga sering dijadikan sebagai alternatif dalam pengobatan kanker. Sifat anti-kanker ini berkaitan dengan gingerol yang terdapat dalam jahe merah. 

Menurut penelitian, 2 gram ekstrak jahe per hari dapat membantu mengurangi risiko kanker kolorektal. Selain itu, ada beberapa bukti yang mengatakan bahwa jahe efektif dalam melawan kanker gastrointestinal seperti kanker hati, kanker pankreas, kanker payudara dan kanker ovarium pada wanita.

Meredakan Nyeri Haid

Nyeri haid atau dismenore yang biasanya dirasakan perempuan pada saat menstruasi dapat diatasi dengan pengobatan tradisional menggunakan jahe merah. Untuk menghilangkan rasa sakitnya, cobalah sekitar 1 gram bubuk jahe per hari selama 3 hari pertama pada saat menstruasi. Cara ini dinilai dapat membantu mengatasi rasa sakit atau nyeri sama efektifnya dengan ibuprofen (obat pereda nyeri).

Meredakan Nyeri Otot

Mudah pegal atau nyeri otot? Tahukah Kawan Mula, minum jahe secara rutin dapat membantu meredakan nyeri otot? Berdasarkan studi dari University of Georgia, jahe memiliki sifat anti-peradangan yang mampu mengurangi nyeri otot. 

Selain itu, terdapat sebuah penelitian lainnya yang dilakukan pada 74 orang yang biasa melakukan olahraga. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang diberi suplemen jahe (kelompok 1) dan yang diberi pil dengan kandungan gula (kelompok 2). Dari penelitian tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa kelompok pertama merasakan sakit yang lebih ringan 25% dari kelompok kedua setelah berolahraga.

Meningkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mungkin penggunaan jahe merah untuk afrodisiak belum banyak diketahui. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi herbal jahe dapat membantu memperbaiki dan mengobati disfungsi seksual pada laki-laki. Meski efeknya tidak sebesar ramuan afrodisiak lain, namun jahe merah tetap dapat meningkatkan aliran darah pada tubuh yang berkontribusi dalam meningkatkan ereksi pada pria. Selain itu, androgenik dan antioksidan dalam jahe merah juga dapat meningkatkan produksi hormon testosteron sehingga berpengaruh terhadap kesuburan pria.

Nah, itulah manfaat jahe merah untuk kesehatan yang dapat dicoba. Tertarik mencoba jahe merah dan merasakan manfaatnya? Kamu bisa coba jahe merah dari Herbilogy. Red Ginger Extract Powder ini mengandung 100% jahe merah premium tanpa tambahan perasa, gula, MSG, pengawet, zat pewarna dan bahan kimia lainnya.