Apa itu SPF dan Hubungannya dengan Sunscreen?

8 August 2022
Apa itu SPF dan Hubungannya dengan Sunscreen?
BY Awal Mula

Bagi yang belum tahu SPF, pastinya akan lebih bingung lagi ketika terdapat label SPF dengan diikuti dengan angka seperti SPF 20 hingga 50.

Label SPF pada produk sunscreen ini identik dengan perlindungan terhadap kulit dari paparan sinar ultraviolet. Dimana SPF ini menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan seberapa baik produk tersebut dalam melindungi kulit.

Nah, apa itu SPF dan bagaimana penjelasannya?

Apa itu SPF?

SPF berasal dari singkatan Sun Protection Factor, jika dialihbahasakan dalam bahasa Indonesia berarti faktor yang mempengaruhi perlindungan dari sinar matahari. SPF ini dirancang sebagai penentu seberapa baik produk tersebut dalam melindungi kulit.

Kriteria SPF ini bisa menunjukkan seberapa lama produk sunscreen bisa menahan paparan sinar UV yang mengenai kulit. Biasanya semakin tinggi nilai SPF tersebut semakin baik produk tersebut untuk menahan paparan sinar UV.

Baca Juga: Manfaat Sunscreen untuk Kesehatan Kulit

Pada dasarnya kulit manusia secara normal mampu menahan sinar matahari dalam waktu relatif singkat, yaitu antara 10 sampai 15 menit saja. Setelah itu, jika tanpa adanya perlindungan dari sunscreen, bisa membuat kulit terbakar oleh sinar UV tersebut.

Kaitannya dengan sinar UV ini terdapat dua gelombang yang berbahaya terhadap kulit. Sinar UV A dengan intensitas yang kuat mampu membuat berbagai kerusakan kulit, dan sinar UV B mengakibatkan kulit bisa terbakar.

Itulah mengapa dibutuhkan sunscreen. Produk ini bisa mencegah terjadinya kerusakan kulit tersebut. SPF sendiri menjadi penentu dari seberapa baik produk sunscreen dalam melindungi kulit tersebut.

Jenis SPF

Selain label SPF biasanya juga diikuti dengan angka, seperti SPF 20, 30, hingga 50. Dalam hal ini, angka tersebut menunjukkan seberapa lama sunscreen mampu menahan paparan sinar matahari hingga mampu merusak kulit. Semakin tinggi nilai SPF menunjukkan semakin baik dalam menahan sinar matahari tersebut.

Baca Juga: Ini Perbedaan SPF 30 dan 50

Perbedaan jenis SPF secara teknis menunjukkan dua hal. Pertama tentang kekuatan tabir surya, dan kedua tentang seberapa lama tabir surya mampu menahan paparan sinar matahari.

Untuk kriteria yang pertama, SPF 15 mampu menahan radiasi sinar UV hingga 93%, SPF 30 bisa menahan hingga 97%, dan SPF 50 hingga 98%.

Sedangkan untuk kriteria kedua, beberapa nilai dari SPF tersebut menunjukkan lamanya kekuatan sunscreen dikali 10 menit. Misalnya SPF 15 menunjukkan ketahanan sunscreen menahan 10 menit x 15 = 150 menit atau 2,5 jam, begitu seterusnya. Jadi, semakin tinggi nilai SPF semakin lama ketahanan produk dalam menahan sinar UV.

Apakah Semakin Tinggi SPF Semakin Baik?

Tentu pertanyaan ini bisa dijawab dengan mudah, bahwa nilai dari SPF tentu saja menunjukkan kualitas dari sunscreen tersebut. Artinya memang benar bahwa semakin tinggi nilai SPF semakin baik dalam melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Dengan menggunakan SPF yang baik, tentunya juga akan mengurangi risiko kerusakan kulit akibat sinar UV tersebut.

Baca Juga: Perbedaan Toner dan Micellar Water

Hanya saja, optimal atau tidaknya dalam penggunaan sunscreen ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Tidak hanya pada kualitas produk dan nilai SPF yang digunakan saja. Melainkan juga pada jenis kulit, cuaca, cara penggunaan, dan faktor lainnya.

Bagaimana Cara Menggunakan Sunscreen yang Baik?

Dalam memilih sunscreen tidak harus dengan yang nilai SPFnya tinggi. Nilai SPF yang rendah pun bisa efektif untuk melindungi kulit dari sinar UV. Nah, simak cara melindungi kulit dengan memaksimalkan penggunaan sunscreen berikut!

1. Gunakan Sunscreen dengan Benar

Penggunaan sunscreen agar efektif melindungi kulit dari paparan sinar matahari adalah dengan menggunakannya 30 menit sebelum beraktivitas. Dalam waktu tersebut sunscreen akan terserap oleh kulit dengan baik, dan mampu bekerja melindungi kulit secara maksimal.

Jika aktivitas yang dilakukan berada di luar ruangan, maka sunscreen harus diaplikasikan kembali setiap dua jam. Sedangkan, untuk SPF dengan nilai rendah di bawah 30, harus diaplikasikan setiap satu jam. Bahkan bagi yang bekerja di dalam ruangan sekalipun tetap harus menggunakan sunscreen walau hanya sekali saja.

2. Pilih Sunscreen dengan Label Broad Spectrum

Umumnya sunscreen hanya melindungi kulit dari sinar UV B saja. Padahal spectrum UV A juga sangat berbahaya karena mampu memicu risiko penuaan dini hingga kanker kulit. Karena itu pilihlah sunscreen dengan label broad spectrum atau full spectrum yang mampu melindungi kulit dari sinar matahari secara total.

Selain itu, sebaiknya memilih sunscreen dengan nilai SPF di atas 30. Nilai SPF yang di bawah 30, hanya memberikan perlindungan terhadap kulit dari sunburn saja. Sedangkan untuk SPF yang lebih tinggi dari 30 akan memberikan perlindungan secara maksimal.

3. Membatasi Aktivitas di Luar Ruangan pada Siang Hari

Radiasi dari sinar UV paling besar berada di antara jam 10 hingga 2 siang. Karena itu batasilah aktivitas pada jam-jam tersebut. Jika memang tidak bisa, tentunya harus menggunakan sunscreen dengan nilai SPF yang tinggi.

Tidak hanya menggunakan sunscreen, menggunakan pakaian yang mampu menutupi badan juga bisa melindungi kulit. Seperti dengan memakai celana panjang, baju dengan lengan panjang, topi besar, dan kacamata hitam yang juga mampu menghalau sinar UV.

Itulah penjelasan secara lengkap apa itu SPF, jenis-jenisnya, dan cara menggunakan sunscreen yang baik. Jadi, gunakanlah sunscreen dengan memilih produk terbaik yang mampu melindungi kulit secara maksimal.