Mengenal 8 Jenis Essential Oil serta Manfaatnya untuk Kesehatan

27 May 2022
Mengenal 8 Jenis Essential Oil serta Manfaatnya untuk Kesehatan
BY Awal Mula

Essential oil (minyak atsiri) merupakan minyak yang dihasilkan dari ekstrak tanaman tertentu. Minyak atsiri sendiri sering digunakan sebagai aromaterapi karena dianggap memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Setiap jenis essential oil ini memiliki manfaat yang berbeda-beda. Apa saja manfaat essential oil dan jenisnya? Yuk, simak pembahasan lengkap mengenai jenis dan manfaatnya di artikel ini!

Kegunaan Essential Oil

Berdasarkan hasil penelitian, minyak atsiri dapat membantu mengatasi masalah berikut:

  • Mengurangi stres
  • Mengurangi mual
  • Meningkatkan tidur
  • Meredakan sakit kepala
  • Mengurangi peradangan
  • Meningkatkan suasana hati
  • Membunuh bakteri, jamur dan virus
  • Mengurangi kecemasan dan rasa sakit

Jenis-Jenis Essential Oil dan Manfaatnya

Berikut ini beberapa jenis minyak atsiri dan manfaatnya yang bisa kamu rasakan:

1. Lavender oil

Minyak ini dapat membantu mengatasi nyeri, stres, dan susah tidur. Selain itu, sebelum ditemukan antiseptik lavender juga dapat digunakan sebagai bahan pembersih. Untuk merasakan manfaatnya, kamu bisa menambahkan lavender oil ke bak mandi atau diffuser untuk dijadikan sebagai aromaterapi.

2. Tea Tree Oil

Banyak orang menggunakan tea tree oil sebagai antiseptik, antijamur, dan antimikroba. Namun perlu diingat, bahwa tea tree oil ini bisa menjadi neurotoksik. Oleh karena itu, sebaiknya kamu tidak menyebarkannya apabila memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.

3. Peppermint oil

Minyak peppermint juga dapat berguna sebagai antijamur, antimikroba, dan antiinflamasi. Namun tidak hanya itu, peppermint oil bisa berguna untuk meringankan sakit kepala, mengatasi rasa lelah, meningkatkan suasana hati, hingga mengurangi kejang usus.

4. Eucalyptus oil

Minyak ini sangat cocok dimiliki ketika cuaca sedang dingin. Hal itu dikarenakan minyak kayu putih bisa membantu mengatasi hidung yang tersumbat sehingga kamu bisa bernapas lebih mudah. Selain itu, eucalyptus oil juga bisa membantu melawan virus herpes simpleks berkat sifat anti-inflamasi dan anti-mikrobanya.

5. Frankincense oil

Dikenal sebagai “king of oils”, minyak kemenyan memiliki beberapa manfaat, yaitu mengatasi peradangan, susah tidur, dan mengatasi suasana hati. Berdasarkan hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa frankincense oil juga bisa membantu mencegah penyakit gusi dan mengobati asma. Minyak ini memiliki aroma woody dan spicy sehingga cocok digunakan sebagai aromaterapi. 

6. Cedarwood oil

Minyak kayu cedar memiliki sifat sebagai antioksidan dan antibakteri. Bagi Kawan Mula yang punya masalah susah tidur atau insomnia, cedarwood oil cocok digunakan dalam membantu mengatasi masalah susah tidur dan kecemasan. Di sisi lain, minyak ini cukup populer dijadikan sebagai bahan pengusir serangga, bahan pembuatan sampo dan deodoran berkat aroma kayunya.

7. Lemon oil

Minyak yang dihasilkan dari ekstraksi kulit lemon ini dikenal dapat membantu berbagai permasalahan seperti mengurangi rasa sakit, mual, mengurangi kecemasan dan depresi, serta membunuh bakteri. Pada penderita penyakit Alzheimer, lemon oil juga bisa membantu meningkatkan fungsi kognitif.

8. Orange oil

Mirip seperti minyak lemon, orange oil juga dihasilkan dari kulit buah jeruk. Minyak ini sering digunakan sebagai pembersih alami di rumah. Selain itu, orange oil juga dikenal untuk membantu mengurangi kecemasan, membunuh bakteri, mengurangi rasa sakit. Meski begitu, minyak ini cukup sensitif terhadap sinar matahari. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat menggunakannya pada kulit, kemudian kamu keluar.

Berapa Tetes Essential Oil Yang Sebaiknya Digunakan?

Jumlah dosis yang direkomendasikan untuk essential oil sangat beragam. Hal tersebut menyesuaikan dengan jenis tanaman yang digunakan. Namun kamu bisa mengikuti rekomendasi atau saran penggunaan dari produsen essential oil

Secara umum, essential oil perlu diencerkan pada zat lain (minyak atau air) dengan konsentrasi tidak lebih dari 3-5%. Oleh karena itu, kamu bisa menambahkan tiga tetes essential oil ke satu sendok teh air.

Sebelum melakukan itu, sebaiknya lakukan patch test untuk menentukan dosis yang sesuai dengan kamu. Untuk melakukan patch test, cukup oleskan setetes minyak pada bagian tubuh yang tidak berbahaya. Biasanya dilakukan di lengan bahwa bagian dalam. Kemudian tutup dengan perban selama 24 jam. Jika muncul tanda-tanda iritasi, segera lepaskan perban dan cuci bagian yang terkena minyak atsiri hingga bersih. 

Apakah Essential Oil Berbahaya?

Sesuatu yang berbahan alami tidak berarti aman. Oleh karena itu, essential oil juga memiliki beberapa efek samping seperti timbul reaksi alergi, sakit  kepala, ruam, dan serangan asma. Untuk itu, selalu melakukan patch test sebelum mencobanya. 

Kemudian hindari atau pertimbangkan orang lain yang ada di sekitar kamu dan mungkin menghirup aromanya, seperti anak-anak, ibu hamil, dan hewan peliharaan.