Wajib Tahu! Ini Dia Macam-macam Diet yang Bisa Kamu Coba!

7 February 2022
Wajib Tahu! Ini Dia Macam-macam Diet yang Bisa Kamu Coba!
BY Awal Mula

 

Siapa sih yang tidak pernah diet? Terutama perempuan, pasti pernah melakukan diet setidaknya sekali dalam hidupnya. Diet sendiri sering kali dianggap sebagai cara menurunkan berat badan. Ada banyak sekali macam-macam diet, mulai dari yang masuk akal hingga nyeleneh seperti konsumsi sayur kol dan hanya minum air putih saja. Namun, sebelum memulai diet, ada baiknya kamu mengetahui lebih banyak mengenai diet dan macam-macam diet sebelum kamu melakukannya.

 

Diet sendiri adalah aturan makan khusus untuk kesehatan dan sebagainya atas petunjuk dokter. Nah, berarti diet itu sebaiknya tidak dilakukan secara serampangan dan sebaiknya atas petunjuk dan pengawasan dokter. Tidak ada diet yang paling benar ataupun salah, yang semua diet itu bersifat sangat personal meskipun ada macam-macam diet yang terkenal. Simak 7 macam diet yang biasanya disarankan oleh dokter maupun ahli gizi.

 

Intermitten Fasting

Sempat heboh di tahun 2013 dengan sebutan diet OCD, intermitten fasting berarti mengatur pola makan dengan cara berpuasa selama beberapa waktu dan hanya mengonsumsi makanan di waktu tertentu. Mudahnya, kamu memiliki jendela makan dan jendela puasa yang biasanya terdiri atas 16:8. 16 jam adalah waktu berpuasa dan kamu hanya boleh mengonsumsi air putih, kopi hitam tanpa gula, atau teh tanpa gula. Selama 8 jam, kamu boleh mengonsumsi makanan yang kamu inginkan.

Intermitten fasting sendiri memiliki manfaat yang sangat baik untuk tubuh, yaitu membentuk prilaku makan yang lebih teratur dan sehat, selain itu juga mampu membantu mengendalikan tekanan darah dan kolesterol karena pembakaran lemak lebih efektif saat berpuasa minimal 12 jam. Selain itu juga membantu meningkatkan sensitivitas insulin terhadap makanan. Hasilnya, tubuh akan melakukan peremajaan dan perbaikan sel lebih baik sehingga kebugaran tubuh akan meningkat. Sayangnya banyak orang yang salah melakukan intermitten fasting dengan memakan apapun yang diinginkan di meal plan mereka. Padahal jika melakukan intermitten fasting dan diiringi dengan makanan yang lebih sehat, maka hasilnya adalah defisit kalori yang membuatmu lebih cepat turun berat badan lho!

 

Vegan Diet

Berbeda dengan intermitten fasting yang bertujuan untuk kesehatan, vegan diet atau pola makan 100% nabati ini biasanya dilakukan seseorang karena azas kepercayaan. Misalnya saat seseorang ingin mengurangi penderitaan hewan atau mencegah global warming, maka vegan diet akan dilakukannya.

 

Vegan diet sendiri hanya mengonsumsi sayuran, buah, biji-bijian, dan serealia yang hanya berasal dari tanaman. Tanaman yang mengandung serangga secara alami seperti buah ara (figs) tidak dianggap vegan. Tentunya mereka tidak mengonsumsi berbagai daging, termasuk susu, telur, dan madu. Bahkan vegan biasanya tidak menggunakan pakaian yang berasal dari wol domba.

 

Vegan diet sendiri sangat baik untuk menjaga kesehatan terutama kardiovaskular karena konsumsi lemak yang cenderung rendah. Namun, perlu diperhatikan bahwa vegan diet terkadang kekurangan konsumsi vitamin dan mineral penting seperti kalsium, vitamin D, zat besi, vitamin B12, dan omega-3. Jadi, konsultasikan ke dokter agar kamu tetap memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tersebut ya!

 

Low-Carb Diet

Bagi penderita penyakit metabolisme dan diabetes tipe 2, sering kali akan melakukan low-carb diet atau diet rendah karbohidrat. Diet ini biasanya mengurangi konsumsi karbohidrat berlebih baik dalam bentuk gula maupun makanan yang mengandung gula secara alami seperti pasta, roti, dan minuman manis. Sebagai gantinya, lebih banyak konsumsi sayur, protein, dan lemak. Diet ini digadang-gadang mampu menurunkan berat badan dengan cepat lho! Selain itu juga diet ini mampu mengubah pola makan secara keseluruhan dan sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung. Hanya saja diet ini bukan tanpa risiko lho! Ada risiko seperti konstipasi, sakit kepala, kram otot, hingga cenderung mudah marah karena tubuh kekurangan serat dan gula. Pastikan kamu mulai perlahan dan rutin melakukan olah raga untuk mencegah terjadinya ketoasidosis!

 

Ketogenic Diet

Nah kalau diet Low-Carb di atas masih mengonsumsi setidaknya 50 gram karbohidrat perhari, diet ketogenik adalah diet yang sangat rendah karbohidrat dan cenderung lebih tinggi lemak. Miskonsepsi menyebutkan bahwa lemak menyebabkan kegemukan dibantah oleh diet ini. Konsumsi lemak (tanpa karbohidrat) justru memaksa tubuh untuk memecah lemak di dalam tubuh (ketosis) dan menjadi energi. Diet ini juga membantu mengubah lemak menjadi sumber energi untuk otak. Manfaat utamanya sendiri dirasakan oleh penderita diabetes karena mampu mengurangi gula darah dan kadar insulin.

 

Memang diet ini sangat dianjurkan untuk mereka yang pra-diabetes dan diabetes karena memiliki manfaat yang sangat baik, apalagi jika dipadukan dengan intermitten fasting 16:8. Namun, diet ini HARUS di bawah pengawasan dokter dan pelaku diet sebaiknya rutin melakukan pengujian darah, urin, dan napas untuk mengecek kandungan asam dalam darah. Hika terlalu asam atau terlalu banyak keton akan memberikan dampak buruk untuk tubuh.

 

Low-fat Diet

Meskipun diet ini sudah tidak terlalu diminati, tapi masih banyak orang yang melakukan Low-fat Diet lho! Diet ini berarti mengonsumsi sangat sedikit lemak untuk mengurangi konsumsi kalori dan mengurangi kadar kolesterol tubuh. Biasanya pendiet akan mengonsumsi lebih banyak karbohidrat dan protein, serta susu rendah lemak. Makanan yang sangat dihindari adalah mentega, margarin, keju, dan telur, termasuk saus dan mayonaise. Hal ini dilakukan karena lemak menjadi 9,4 kcal/gram sedangkan karbohidrat 4,5 kcal dan protein 5,6 kcal/gram. Pastinya tubuh akan mengalami defisit kalori.

 

Selain itu, di pasaran juga sudah tersedia banyak makanan rendah lemak untuk low-carb diet. Sayangnya untuk mengkompromikan ‘rasa enak’ dari hilangnya lemak, biasanya makanan atau minuman tersebut ditambahkan gula atau pemanis, sehingga low-fat diet menjadi kurang efektif. Sebaiknya lakukan low-fat diet yang disertai dengan konsumsi protein berkualitas tinggi seperti ayam dan ikan, sayuran rendah tepung, dan sayuran kaya serat untuk memaksimalkan hasilnya.

 

Paleo Diet

Diet Paleo sendiri merujuk dari pola makan di era Paleolithic sekitar 2,5 juta hingga 10.000 tahun yang lalu. Di mana pola makan lebih banyak mengandung daging putih, ikan, buah, sayur, kacang, dan biji-bijian. Diet ini biasanya menghindari konsumsi susu, gandum-ganduman, gula, garam, kentang, dan makanan yang diolah terlalu banyak seperti kue, roti, gorengan, dll. Diet Paleo sendiri sangat baik untuk menurunkan berat badan, meningkatkan toleransi glukosa, menjaga tekanan darah, mengurangi trigliserida, dan manajemen napsu makan yang lebih baik. Diet ini juga lebih sustainable, di mana pelakunya dapat melakukan diet ini untuk jangka waktu yang panjang karena diet ini tidak membuat orang terlalu menderita atau harus menghindari makanan tertentu.

 

Mediterranean Diet

Diet Mediterania adalah pola makan yang diadaptasi dari orang-orang di Laut Mediterania termasuk Prancis, Yunani, Italia, dan Spanyol. Di area tersebut terkenal dengan hasil lautnya dan hasil pertanian buah zaitun yang kaya akan lemak tidak jenuh. Sehingga orang Mediterania banyak mengonsumsi sayur, buah, legum, kacang, biji, serealia, ikan, dan lemak tidak jenuh seperti minyak zaitun, serta menghindari daging dan susu. Diet Mediterania sendiri merupakan diet yang paling banyak diteliti karena dianggap mampu memberikan dampak kesehatan yang lebih baik termasuk kesehatan jantung.

 

Setelah membaca macam-macam diet di atas, satu hal yang membuat kamu dapat turun berat badan adalah KALORI DEFISIT, di mana kalori yang masuk ke tubuh lebih rendah daripada seharusnya. Kamu juga perlu dong melakukan olah raga dan meningkatkan aktivitas sehari-hari seperti berjalan untuk mengingkatkan metabolisme dan pembakaran kalori. Dan pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan diet. Pastinya, diet itu adalah perjalanan seumur hidup sehingga lakukanlah macam-macam diet yang membuatmu merasa nyaman menjalankannya. Bukan terasa tersiksa ya!