SiDaun: Dari Kebun Singkong hingga Pasar Nusantara

3 February 2022
SiDaun: Dari Kebun Singkong hingga Pasar Nusantara
BY Awal Mula

Kawan Mula pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya singkong. Singkong sendiri adalah tanaman umbi-umbian yang mengandung karbohidrat dan kandungan gizi lainnya yang baik untuk tubuh. Tanaman umbi-umbian ini juga biasa digunakan sebagai makanan pokok di berbagai daerah, daunnya pun bisa dijadikan sebagai lauk. Selain singkongnya sendiri, seluruh bagiannya bisa digunakan loh termasuk daun singkong, seperti yang dilakukan oleh SiDaun.

Perjalanan SiDaun berawal dari orang tua dari owner SiDaun, Bapak Yusantio Rhazaq yang mempunyai kebun singkong. Ketika itu, tercetuslah ide untuk memanfaatkan daun singkong sebagai camilan sehat. Dimulai dengan membuat olahan daun singkong menjadi camilan kerupuk. Saat itu penjualan daun singkong di Bandung masih agak kurang dan pasarnya pun terbatas, sehingga mulailah daun singkong tersebut dikembangkan menjadi keripik sayur sehat. Responnya? Orang-orang terkejut dan akhirnya mulailah dicoba untuk jual keripik daun singkong.

Selama 6 bulan pengolahan, akhirnya terkerucut menjadi keripik daun singkong aneka rasa dengan 6 rasa berbeda yang dipasarkan sekarang ini. Diawali dengan menjual ke warung-warung dengan harga murah, tapi penjualan tidak begitu baik. Akhirnya, SiDaun mencoba untuk mengubah strategi penjualan keripik daun singkong melalui reseller dan penjualan pun meningkat. SiDaun telah meraih sejumlah prestasi dengan mengikuti beberapa kompetisi, seperti Finalis Food Start Up di Bali, Sun Pitch Competition, dan beberapa kompetisi lainnya hingga kompetisi yang diadakan oleh NGO Singapura. Melalui beberapa pengalaman tersebut, SiDaun terus mengembangkan produknya menjadi produk yang enak, unik dan sehat. Kedepannya untuk tetap menjaga kandungan keutuhan nutrisi dari dedaunan tersebut, SiDaun akan merubah cara proses produksinya. Pengalaman dari mengikuti berbagai kompetisi itu juga membuat SiDaun memperoleh banyak koneksi dan partner untuk mendukung pengembangan produknya. Penggunaan daun singkong oleh SiDaun juga menjadi suatu inovasi baru dalam memanfaatkan bahan lokal Indonesia. Dengan ide yang out of the box, bukan hanya singkong yang dapat diolah menjadi camilan sehat, tetapi daunnya pun bisa dinikmati dengan bentuk siap santap.

Bisnis SiDaun ini dimiliki oleh istri dari Bapak Yusantio Rhazaq, yaitu Ela Rohayati yang akhirnya fokus dikembangkan bersama-sama pada tahun 2019. Sejak pandemi, penjualan SiDaun benar-benar mengalami penurunan, namun setelah 5 bulan berjalan, akhirnya SiDaun kembali bangun dengan merubah strategi penjualan. Di Akhir 2020, SiDaun mendapat pendanaan dari Pertamina dan untuk pemasaran saat ini sudah mencapai Sumatera, Jawa, Bali, serta masuk beberapa pasar retail juga. SiDaun sudah muncul di beberapa tempat oleh-oleh di Bandung, Borma, Prama, juga Kunafe. Di Jakarta sendiri sudah tersedia di Market City, Mbloc, dan juga Bulk Source.

Jatuh bangunnya SiDaun tidak membuat Bapak Yusantio dan istri menyerah, justru mereka terus berusaha untuk mengembangkan produk camilan sehat dari olahan daun singkong dan berharap bisa sampai ke tahap manufaktur bila ada kerjasama pendanaan. Bapak Yusantio pun menyampaikan pesan bagi para teman-teman pelaku UMKM agar tidak menyerah selama masa pandemi ini. “Karena jika menyerah pun akan kembali lagi ke titik 0. Di titik 0 sangat sulit bahkan berdarah-darah. Keep fighting di kondisi seperti ini. Yakin pasti ada jalan.” Produk dari SiDaun kini telah hadir di awalmula.co.id. Yuk coba dan dukung produk lokal Indonesia!