Tentang KamiBergabung Menjadi Mitra Mula

  • A
  • B
  • C
  • D
  • E
  • F
  • G
  • H
  • I
  • J
  • K
  • L
  • M
  • N
  • O
  • P
  • Q
  • R
  • S
  • T
  • U
  • V
  • W
  • X
  • Y
  • Z
  • A
  • B
  • C
  • D
  • E
  • F
  • G
  • H
  • I
  • J
  • K
  • L
  • M
  • N
  • O
  • P
  • Q
  • R
  • S
  • T
  • U
  • V
  • W
  • X
  • Y
  • Z
  • 6 Makanan Tinggi Serat yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan

    October 25, 2021

    8.3 Min Read

    6 Makanan Tinggi Serat yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan

     

    Saat kita kecil, orang-orang dewasa di sekitar kita sering menyarankan untuk banyak mengonsumsi makanan tinggi serat. Tapi terkadang mereka tidak memberi alasan yang jelas mengapa kita harus memilih makanan yang kaya akan serat. Merujuk pada Healthline, banyak studi yang sudah membuktikan adanya hubungan erat antara konsumsi makanan berserat dengan hidup yang lebih sehat dan panjang umur. Pada dasarnya, manusia mengonsumsi makanan tertentu karena membutuhkan kandungan nutrisi di dalamnya. Namun, serat pangan justru dibutuhkan oleh tubuh karena sifatnya yang tidak dapat dicerna. Sifat sulit dicerna yang dimiliki oleh serat ini yang justru memberi manfaat bagi tubuh manusia. Baca penjelasan berikut ini agar Kawan Mula tahu apa saja manfaat serat dalam tubuh.

     

    Jenis Serat Pangan dan Manfaatnya bagi Tubuh

    Serat pangan biasanya dibagi menjadi dua jenis yaitu Serat Larut dan Serat Tidak Larut. Serat Larut adalah jenis serat pangan yang dapat larut dalam air dan kemudian membentuk gel. Serat Tidak Larut adalah jenis serat yang membantu mendorong makanan di dalam usus dan membantu penumpukan feses dan membuat pengeluaran feses menjadi lebih teratur. Berikut ini adalah berbagai manfaat dari serat pangan.

     

    Menormalkan gerak usus. Serat pangan dapat menyerap air sehingga berfungsi untuk memadatkan feses yang encer. Feses yang padat akan lebih mudah untuk dikeluarkan dan mengurangi kemungkinan sembelit. 

     

    Membantu menjaga kesehatan usus. Makanan tinggi serat dapat mengurangi resiko terkena wasir dan kantong kecil di usus besar (divertikulosis). Dilansir dari Mayoclinic, studi menyimpulkan bahwa makanan berserat tinggi menurunkan resiko terkena kanker usus atau kanker kolorektal. 

     

    Menurunkan kadar kolesterol. Serat Larut yang dikonsumsi tubuh dapat menurunkan kadar total kolesterol dalam darah. Makanan berserat tinggi juga dapat menjaga kesehatan jantung dengan cara mengurangi tekanan darah dan inflamasi.

     

    Mengurangi resiko diabetes. Menurut Medical News Today, mengonsumsi makanan tinggi serat sangat bermanfaat bagi orang yang terkena diabetes. Serat Larut dapat memperlambat penyerapan gula sehingga mencegah terjadinya lonjakan gula darah setelah makan.

     

    Membantu mencapai berat badan yang sehat. Makanan berserat akan lebih cepat memberikan efek kenyang dibandingkan makanan minim serat. Dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, porsi makan Kawan Mula menjadi lebih sedikit namun memberikan efek kenyang yang lebih lama. Oleh karena itu, makanan berserat menjadi opsi bagi yang ingin mempertahankan berat badan atau ingin menurunkan berat badan.

    Baca juga: Mengenal Makanan Sehat dengan Gizi Seimbang untuk Dikonsumsi Setiap Hari

    Jenis Makanan Tinggi Serat

    Setelah mengetahui pentingnya mengonsumsi makanan tinggi serat, Kawan Mula mungkin bertanya-tanya apa saja jenis makanan yang kaya akan serat. Jika iya, berikut ini 6 jenis makanan berserat tinggi yang dapat Kawan Mula konsumsi untuk menjaga kesehatan pencernaan.

    Oat

    Pada umumnya, tanaman serealia menghasilkan makanan yang tinggi akan serat. Oat adalah salah satu jenis serealia yang paling tinggi kandungan seratnya dan mudah diperoleh saat ini. Di Indonesia, oat diedarkan dalam bentuk rolled oat dan oatmeal yang sudah dikemas dan dijual di swalayan. Dalam 100 gram oat mentah terdapat sekitar 10 gram serat pangan.

    Oat dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, diantaranya: mencampurkannya dengan kacang-kacangan dan buah kering sebagai topping untuk smoothies, mencampurkannya dengan adonan cookies, memasaknya dengan susu menjadi bubur oat, atau yang paling mudah adalah merendam oat dengan susu dan mendiamkannya selama semalam untuk dinikmati saat sarapan di pagi hari.

     

    Kacang-kacangan

    Kandungan serat dalam kacang-kacangan tidak dapat diragukan lagi. Beberapa jenis kacang yang mengandung serat tinggi adalah kacang hitam, kacang almond, kacang Arab, dan kacang kratok atau kacang Jawa. Tidak hanya kaya akan serat, kacang-kacangan juga kaya akan kandungan protein nabati dan rendah akan lemak.

    Ada banyak cara untuk mengonsumsi kacang-kacangan. Cara paling umum mengolah kacang-kacangan adalah menjadikannya campuran di dalam sup. Selain itu, kacang merah biasa juga dijadikan isian kue-kue tradisional di Indonesia.

     

    Beras merah

    Jenis beras yang satu ini sangat terkenal di kalangan pegiat makanan sehat atau yang sedang menurunkan berat badan. Kandungan serat dalam beras merah lebih banyak jika dibandingkan dengan beras putih yang biasa kita makan. Terdapat 3,5 gram serat dalam satu gelas beras merah, sedangkan pada beras putih dalam takaran sama hanya terdapat 0,6 gram serat. Selain kaya akan serat, beras merah juga mengandung zat antioksidan yang berfungsi untuk menangkal zat radikal bebas.

     

    Buah alpukat

    Alpukat terkenal sebagai buah yang sehat dan dapat mengurangi kolesterol karena kandungan lemak tak jenuh yang terdapat di dalamnya. Selain itu, ternyata alpukat termasuk buah yang tinggi akan serat. Di dalam satu buah alpukat dengan berat standar terdapat sekitar 10 gram serat.

    Alpukat dapat dikonsumsi begitu saja atau dihaluskan bersama sedikit gula Jawa dan air untuk diminum sebagai jus segar. Kawan Mula dapat juga mengonsumsi buah alpukat sebagaimana cara orang Barat mengonsumsinya, yaitu dijadikan sebagai campuran salad sayuran atau tambahan topping untuk sandwich.

     

    Buah yang dikeringkan

    Serat pangan dapat diperoleh dari buah-buahan yang sudah dikeringkan seperti kismis, kurma, aprikot kering, plum kering, dan buah ara kering. Teksturnya yang kasar adalah penanda bahwa buah-buah kering tersebut kaya akan serat yang dapat mencegah konstipasi. Buah-buahan kering ini dapat dikonsumsi bersamaan dengan kacang-kacangan sebagai camilan atau dapat juga dijadikan sebagai topping bubur oatmeal untuk sarapan.

     

    Ubi jalar dan kentang 

    Ubi jalar dan kentang termasuk ke dalam jenis umbi-umbian, yaitu jenis tanaman yang akarnya dapat dikonsumsi. Ubi jalar dan kentang biasa dikenal karena kandungan karbohidratnya yang tinggi sehingga dapat dijadikan pengganti nasi. Hal itu memang benar, namun ubi jalar dan kentang juga kaya akan serat. Serat pangan pada ubi jalar dan kentang terdapat pada kulitnya. Oleh karena itu, jika Kawan Mula ingin memperoleh manfaat serat dari kedua bahan makanan ini, pastikan untuk mengolahnya bersamaan dengan kulitnya.

    Baca juga: Mengenal Jenis Granola, Kelebihan, Serta Perbedaannya dengan Oat dan Muesli

     

    Nah, itu tadi penjelasan manfaat serat pangan beserta 6 jenis makanan tinggi serat yang dapat Kawan Mula konsumsi. Perlu diingat bahwa segala hal yang berlebihan itu tidak baik. Menurut Medical News Today, batas maksimal konsumsi serat untuk tubuh dalam sehari adalah 70 gram. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berserat dalam waktu yang singkat dapat meningkatkan gas dalam usus yang menyebabkan perut kembung.

     

    Oleh karena itu, imbangi konsumsi makanan berserat dengan asupan nutrisi lain serta minum air putih yang banyak agar tubuh menjadi sehat maksimal. Kawan Mula juga dapat memperoleh berbagai pilihan camilan hingga bahan makanan tinggi serat di Awalmula.co.id. Awal Mula adalah e-commerce yang menyediakan makanan dan minuman sehat produksi lokal untuk menunjang gaya hidup sehat orang Indonesia.