Tentang KamiBergabung Menjadi Mitra Mula

  • A
  • B
  • C
  • D
  • E
  • F
  • G
  • H
  • I
  • J
  • K
  • L
  • M
  • N
  • O
  • P
  • Q
  • R
  • S
  • T
  • U
  • V
  • W
  • X
  • Y
  • Z
  • A
  • B
  • C
  • D
  • E
  • F
  • G
  • H
  • I
  • J
  • K
  • L
  • M
  • N
  • O
  • P
  • Q
  • R
  • S
  • T
  • U
  • V
  • W
  • X
  • Y
  • Z
  • Coba Teh Hijau untuk Diet? Yuk, Kenali Dulu Jenis hingga Risikonya!

    October 27, 2021

    8.1 Min read

    Coba Teh Hijau untuk Diet? Yuk, Kenali Dulu Jenis hingga Risikonya!

     

    Selama berabad-abad, banyak orang memuji khasiat teh hijau untuk diet atau kesehatan. Hal ini tak mengherankan karena teh merupakan minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi setelah air menurut laporan International Institute of Sustainable Development. Di antara banyak jenis teh yang ada, teh hijau menjadi teh yang paling populer di kalangan masyarakat. Hal ini lantaran manfaat teh hijau yang terkenal dalam membantu menurunkan berat badan.  Apakah Kawan Mula tertarik mengonsumsi teh hijau untuk diet atau menurunkan berat badan? Sebelum memutuskan untuk menambah asupan teh hijau ke dalam diet kamu. Yuk, simak pembahasan lengkap mengenai teh hijau sampai efek sampingnya di artikel ini, ya!

     

    Apa itu teh hijau?

    Semua jenis teh pada dasarnya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Perbedaan antara jenis teh yang satu dengan yang lain terletak pada tingkat oksidasi daun. Misalnya, teh hitam dibuat dari proses oksidasi sehingga menghasilkan warna teh coklat kehitaman. Sedangkan teh hijau tidak melalui proses oksidasi. Teh hijau dibuat dari proses pengukusan daun Camellia sinensis. Selain itu, jenis teh ini juga melewati proses yang paling sedikit. Oleh karena itu, teh ini memiliki kandungan antioksidan paling banyak.

    Baca Juga: 11 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan yang Wajib Kamu Tahu

    Selain itu, teh hijau juga mengandung kafein dan flavonoid yang biasa disebut katekin (merupakan antioksidan). Berdasarkan penelitian, kedua senyawa tersebut dapat berguna dalam mempercepat metabolisme tubuh. Kandungan katekin bisa memecah lemak yang berlebih. Sementara katekin dan kafein bisa meningkatkan jumlah energi pada tubuh. Oleh karena itulah, teh hijau berguna dalam menurunkan berat badan. Teh hijau juga mengandung senyawa lainnya, yaitu vitamin B, magnesium, dan folat yang dapat memberikan manfaat kesehatan lainnya seperti:

    • Berguna untuk menurunkan kolesterol.

    • Membantu meningkatkan fungsi jantung.

    • Berfungsi dalam mengurangi risiko penyakit Alzheimer.

    • Mengelola diabetes tipe 2.

    • Terdapat sifat anti-kanker yang berguna mencegah risiko penyakit kanker.

     

    Apa saja jenis teh hijau yang dijual di pasaran?

    Dapat dinikmati secara dingin, panas, bahkan bentuk bubuk. Teh hijau hadir dalam berbagai jenis dan bentuk yang berbeda-beda sebagai berikut:

    • Dalam botol yang ditambah gula atau pemanis buatan. Contohnya minuman teh dalam kemasan.

    • Dibungkus dalam kantong teh tunggal.

    • Bubuk teh instan.

    • Daun teh yang dipetik.

    • Suplemen herbal dari teh hijau.

    • Berbagai produk teh hijau lainnya yang dapat dibeli secara online.

     

    Nutrisi apa saja yang terdapat di teh hijau?

    Secangkir teh hijau yang disajikan tanpa tambahan pemanis dapat mengandung kurang dari 3 kalori. Selain itu, teh hijau merupakan jenis teh dengan jumlah antioksidan paling tinggi dari jenis teh lainnya. Sedangkan jika dibandingkan antara kopi (95 mg), teh hitam (47 mg), dan teh hijau, maka jumlah kafein yang terdapat pada secangkir teh hijau relatif lebih kecil, yaitu sekitar 29 mg.

     

    Meski begitu, jumlah kafein dalam satu cangkir teh hijau dapat bervariasi. Hal tersebut tergantung pada jumlah teh yang dipakai dan lamanya waktu saat proses penyeduhan daun teh. Berdasarkan penelitian lain, menemukan bahwa 1 gram teh hijau mengandung kafein sekitar 11-20 mg.

     

    Untuk satu porsi teh hijau biasanya diukur dengan 1 sendok makan (2 gram) daun teh dengan 240 ml air. Jika diasumsikan satu cangkir (240 ml) berarti rata-rata satu cangkir teh hijau dapat mengandung kafein sekitar 22-40 mg.

     

    Berapa banyak teh hijau yang sebaiknya dikonsumsi?

    Berdasarkan studi mengenai teh hijau mengungkapkan bahwa jumlah teh yang dapat dikonsumsi setiap hari akan berbeda-beda. Beberapa penelitian menemukan manfaat kesehatan teh hijau pada orang yang minum satu cangkir per hari. Sedangkan penelitian lain menganggap minum lima cangkir teh hijau atau lebih sudah optimal. Selain itu, ada juga yang mengungkapkan bahwa jumlah optimal untuk minum teh tergantung pada jenis penyakitnya. Berikut ini jumlah teh yang sebaiknya dikonsumsi berdasarkan penyakitnya:

    • Kanker mulut: Berdasarkan penelitian observasional, minum 3-4 cangkir teh hijau setiap hari dapat mengurangi kemungkinan terkena kanker mulut.

    • Kanker prostat: Pria yang mengonsumsi teh hijau sebanyak 5 cangkir atau lebih setiap hari bisa memiliki risiko yang lebih rendah terkena kanker prostat, dibandingkan pria yang minum kurang dari satu cangkir per hari.

    • Kanker perut: Minum teh hijau lebih dari tiga cangkir setiap hari dapat mengurangi risiko kanker payudara.

    • Kanker pankreas: Konsumsi lima cangkir teh hijau atau lebih per hari berkaitan dengan menurunnya risiko kanker pankreas.

    • Diabetes: Orang yang minum enam cangkir atau lebih teh hijau setiap hari bisa memiliki risiko 33% lebih rendah terkena diabetes tipe 2, jika dibandingkan dengan orang yang hanya minum kurang dari satu cangkir setiap minggu.

    • Penyakit jantung: Orang yang mengonsumsi satu sampai tiga cangkir teh hijau setiap hari bisa memiliki risiko terkena serangan jantung dan stroke yang lebih rendah, apabila dibandingkan dengan orang yang minum kurang dari satu cangkir per hari.

     

    Merangkum dari hasil penelitian di atas, porsi teh hijau yang optimal adalah tiga hingga lima cangkir per hari. Meski begitu, beberapa penelitian di atas belum menemukan hubungan antara risiko penyakit dan minum teh hijau. Oleh karena itu, efek tersebut dapat bervariasi pada setiap orang. Namun, satu hal yang paling sering ditemukan pada sebagian besar penelitian adalah para peminum teh hijau memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik jika dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi teh hijau sama sekali.

     

    Efek samping dan risiko konsumsi teh hijau

    Meski teh hijau dinilai memiliki banyak manfaat yang baik bagi kesehatan, terutama untuk mengurangi berat badan. Namun, teh hijau juga memiliki efek samping dan risiko bagi kesehatan. Berikut ini efek samping dari minum teh hijau secara berlebih yang mungkin terjadi pada orang dewasa:

    • Sensitivitas kafein: Peminum teh dengan sensitivitas yang parah terhadap kafein pada teh hijau dapat mengalami mual, kecemasan, insomnia, cepat marah, dan sakit perut.

    • Kerusakan hati: Minum teh hijau dengan konsentrasi tinggi dapat berpengaruh negatif untuk kesehatan hati, meskipun kasus ini jarang terjadi.

    • Stimulan lain: Jika seseorang mengonsumsi obat stimulan bersamaan dengan teh hijau, hal tersebut dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.

    • Keguguran atau risiko cacat lahir: Pada ibu hamil, konsumsi kafein pada teh hijau dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko cacat pada bayi atau mengalami keguguran.

     

    Nah itulah pembahasan mengenai teh hijau, mulai dari jenis sampai efek samping yang mungkin dirasakan. Apabila Kawan Mula tertarik mencoba teh hijau untuk diet, kamu bisa mendapatkannya di awalmula.co.id. Selain teh hijau, Awal Mula juga menghadirkan berbagai pilihan teh lainnya untuk kesehatan, seperti teh hitam, teh rosella dan jenis teh lainnya di sini.

    Produk Teh Hijau Pilihan Awal Mula!