Tentang KamiBergabung Menjadi Mitra Mula

  • A
  • B
  • C
  • D
  • E
  • F
  • G
  • H
  • I
  • J
  • K
  • L
  • M
  • N
  • O
  • P
  • Q
  • R
  • S
  • T
  • U
  • V
  • W
  • X
  • Y
  • Z
  • A
  • B
  • C
  • D
  • E
  • F
  • G
  • H
  • I
  • J
  • K
  • L
  • M
  • N
  • O
  • P
  • Q
  • R
  • S
  • T
  • U
  • V
  • W
  • X
  • Y
  • Z
  • Garam Laut VS Garam Himalaya: Mana yang Lebih Baik?

    December 7, 2021

    8.1 Min Read

    Garam Laut VS Garam Himalaya: Mana yang Lebih Baik?

    Salah satu bahan masakan yang penting di berbagai dunia adalah garam. Tanpa garam, makanan akan hambar dan tidak menarik. Meski ada banyak jenis garam, namun tidak semua garam sama. Setiap garam memiliki rasa, kandungan mineral, dan tekstur yang berbeda-beda, termasuk garam laut dan garam himalaya. 

     

    Di artikel ini akan dibahas perbedaan antara garam himalaya dengan garam laut, serta garam mana yang lebih baik di antara keduanya? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasan lengkap mengenai perbedaan kedua jenis garam di artikel ini!

     

    Apa itu garam laut?

    Garam laut adalah garam yang dibuat atau dihasilkan melalui proses penguapan air laut. Seperti semua jenis garam, komponen utama yang terdapat dalam garam laut adalah natrium klorida. Namun, selain kandungan tersebut, garam jenis ini juga mengandung mineral lain misalnya besi, seng, dan potassium.

     

    Polusi yang terjadi di laut dapat mengakibatkan garam laut mengandung sejumlah logam berat misalnya timbal. Selain itu, semakin tinggi kotoran dan nutrisinya, maka semakin gelap garam laut yang dihasilkan. 

     

    Tidak seperti garam biasa, garam laut memiliki tekstur yang kasar karena proses penggilingan yang lebih sedikit. Jika Kawan Mula menambahkan garam laut ke makanan, maka dapat menghasilkan rasa yang lebih kuat dibandingkan garam halus. Mineral dan kotoran yang ditemukan dalam garam laut juga dapat mempengaruhi rasa, meski hal ini dapat bervariasi antara setiap merk garam. 

     

    Hal serupa juga diungkapkan Candice Seti, Psikologis Klinis berlisensi dan pelatih nutrisi bersertifikat, 'Jika warna garam lebih gelap, maka garam tersebut memiliki lebih banyak kotoran dan mengandung sejumlah kecil logam berat.”

     

    Kemudian Carolyn Dean, MD, ND, penulis dan pendiri perusahaan suplemen, juga menambahkan bahwa garam laut juga mengandung jejak mikroplastik dari air yang tercemar oleh limbah plastik. Walau garam laut dinilai lebih 'alami” dibandingkan garam meja, menambahkan garam laut ke dalam makanan dapat berpotensi untuk mengonsumsi bahan-bahan yang tidak diinginkan. 

     

    Apa itu garam himalaya?

    Kawan Mula pernah menemukan garam Himalaya berwarna merah muda di toko makanan? Kemudian bertanya-tanya, berasal dari manakah warna merah muda tersebut dan apakah aman dikonsumsi? 

     

    Kamu tak perlu ragu, warna merah muda pada garam Himalaya itu normal. Menurut William Li, MD, penulis Eat To Beat Disease: The New Science of How Your Body Can Heal Itself, mengungkapkan bahwa warna merah muda pada garam Himalaya berasal dari Tambang Garam Khewra di Pakistan. Tambang ini merupakan tambang terbesar urutan kedua di dunia. Kandungan mineral yang terdapat di tambang tersebut yang menghasilkan warna merah muda. 

     

    Garam Himalaya ditambang dan digiling, sehingga proses pembuatan garam ini dianggap lebih alami dibandingkan garam laut. Jika dilihat dari komposisinya, garam Himalaya juga memiliki jejak mineral yang lebih bermanfaat daripada garam laut. Selain itu, garam Himalaya juga memiliki sejumlah kecil magnesium, kalium, zat besi, dan kalsium sehingga membuat garam ini lebih rendah natrium dari garam meja biasa.

     

    Menurut Dr. Dean, garam Himalaya mengandung 84 elemen penting yang dibutuhkan tubuh dibandingkan garam laut yang hanya mengandung 72 partikel. Selain itu, sebagian besar ahli kesehatan juga menilai bahwa garam Himalaya merah muda memiliki partikel penting yang lebih tinggi dari garam lainnya.

     

    Perbedaan antara garam laut dan garam Himalaya

    Berikut ini perbedaan antara kedua garam dari ekstraksi, warna, butiran, hingga cara menggunakannya.

     

    Perbedaan berdasarkan definisi

    Garam laut merupakan garam yang diperoleh melalui hasil dari penguapan air laut. Sedangkan garam Himalaya adalah garam yang ditambang dari pegunungan di Pakistan dan kemudian dihaluskan.

     

    Ekstraksi garam

    Garam laut diekstraksi dengan menggunakan panci penguapan dan berbagai metode modern. Sementara garam Himalaya diekstraksi dengan menggunakan metode tradisional dan penambangan menggunakan tangan.

     

    Warna garam

    Warna garam laut dapat bervariasi dari putih pucat hingga merah muda, kehijauan atau hitam. Sementara warna garam Himalaya dapat bervariasi dari putih pucat hingga merah muda atau merah.

     

    Butiran garam

    Jika dibandingkan dengan garam Himalaya, maka garam laut cenderung memiliki butiran yang lembab. Sementara garam Himalaya memiliki butiran yang sangat kering.

     

    Mudah meleleh atau tidak

    Butiran garam laut tidak mudah meleleh, sedangkan butiran garam Himalaya lebih mudah meleleh.

     

    Penggunaan garam

    Selain digunakan untuk bahan masakan, garam laut dapat digunakan sebagai scrub untuk kulit tubuh. Sedangkan garam Himalaya dapat digunakan dalam masakan untuk menambah cita rasa pada makanan. Selain itu, garam Himalaya juga digunakan untuk membuat hidangan kue, nampan saji, dan lampu garam.

     

    Jadi, manakah garam yang lebih baik untuk kesehatan?

    Setelah Kawan Mula mengetahui mengenai fakta kedua jenis garam di atas. Kamu mungkin bertanya-tanya, garam jenis mana yang lebih baik untuk kesehatan? 'Secara umum, semakin sedikit aditif dan anti-caking agents yang dikonsumsi, maka semakin baik,' tegas Senti. 

     

    Menurut studi tahun 2017 di Scientific Report, keberadaan kandungan logam dan mikroplastik, serta lebih sedikitnya kandungan elemen bermanfaat dalam garam laut tampak menjadikan garam Himalaya sebagai pilihan garam yang lebih tepat. Namun, perlu diingat bahwa jumlah bahan 'berbahaya' yang ada dalam garam laut memiliki jumlah yang sangat kecil. Oleh karena itu, dampak kesehatannya tidak signifikan dan tidak dapat memperburuk kesehatan. 

     

    Salah satu hal buruk dari garam adalah dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko kanker perut  jika kamu terlalu banyak mengonsumsinya. Meski garam laut tidak memperburuk kesehatan kamu, namun manfaat garam Himalaya lebih besar daripada garam laut. 

     

    Bagaimana memilih garam yang tepat?

    Garam secara kimia dikenal sebagai natrium klorida, terlepas dari sumbernya garam sangat penting untuk kesehatan. Garam dapat membantu tubuh untuk mengatur tekanan darah, membantu fungsi saraf, dan membantu sel-sel dalam menjalankan fungsinya untuk menjaga organ tetap sehat. 

     

    Oleh karena itu, menurut Dr. Li, baik garam laut atau garam Himalaya, keduanya merupakan sumber natrium klorida yang sangat baik bagi tubuh. Maka, pilihlah garam yang paling kamu inginkan. Jika Kawan Mula ingin mendapatkan manfaat garam yang lebih besar, kamu bisa memilih garam Himalaya. Namun, jika ingin memilih garam laut karena sudah terbiasa atau karena lebih terjangkau juga tidak menjadi masalah. 

     

    Namun jika tertarik mencoba garam laut dengan kualitas baik, kamu bisa coba Purest Sea Salt dari Pura. Garam ini merupakan garam laut alami yang menggunakan bahan baku kualitas grade S (garam laut terbaik) dan hanya dipanen sekali dalam setahun. Karena hal tersebut, garam ini menjadi garam laut terbaik dan paling murni. 

     

    Garam ini dibuat tanpa melewati proses bleaching, tanpa tambahan bahan kimia, dan tanpa anti-caking. Dibuat secara natural demi menjaga kandungan mineral penting untuk tubuh dan kandungan natrium yang lebih rendah. Yuk, pesan dan dapatkan Purest Sea Salt di awalmula.co.id sekarang juga!