Tentang KamiBergabung Menjadi Mitra Mula

  • A
  • B
  • C
  • D
  • E
  • F
  • G
  • H
  • I
  • J
  • K
  • L
  • M
  • N
  • O
  • P
  • Q
  • R
  • S
  • T
  • U
  • V
  • W
  • X
  • Y
  • Z
  • A
  • B
  • C
  • D
  • E
  • F
  • G
  • H
  • I
  • J
  • K
  • L
  • M
  • N
  • O
  • P
  • Q
  • R
  • S
  • T
  • U
  • V
  • W
  • X
  • Y
  • Z
  • Plastik Ramah Lingkungan yang Bisa Dibawa Kemana Saja!

    December 14, 2021

    9 Min Read

    Plastik Ramah Lingkungan yang Bisa Dibawa Kemana Saja!

    Mengutip dari Wikipedia Indonesia, plastik merupakan istilah yang mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan kualitas plastik. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, ketahanan, dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan, dipastikan digunakan hampir di seluruh bidang industri.

     

    Plastik dapat digolongkan berdasarkan:

    • Sifat fisiknya. Termoplastik. Yaitu jenis plastik yang bisa didaur-ulang/dicetak lagi dengan proses pemanasan ulang. Contoh: polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC). Termos. Yaitu jenis plastik yang tidak bisa didaur-ulang/dicetak lagi. Pemanasan ulang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contoh: resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida.

    • Kinerja dan penggunaanya. Komoditas plastik. Sifat mekanik tidak terlalu bagus. Tidak tahan panas. Contohnya: PE, PS, ABS, PMMA, SAN. Aplikasi: barang-barang elektronik, pembungkus makanan, botol minuman. Plastik Teknik; tahan panas, suhu operasi di atas 100 °C. Sifat mekanik bagus, contohnya: PA, POM, PC, PBT. Aplikasi: komponen otomotif dan elektronik. Plastik teknik khusus; Suhu operasi di atas 150 °C. Sifat mekanik sangat bagus (kekuatan tarik di atas 500 Kgf/cm²). Contohnya: PSF, PES, PAI, PAR. Aplikasi: komponen pesawat

     

    Tapi semua sampah plastik ini sangat berbahaya: berikut adalah lima cara plastik merusak lingkungan, burung dan satwa liar -- dan bahkan manusia dalam artikel yang dimuat di Forbes.com. Tetapi, bahkan plastik pun sebenarnya memiliki kegunaan yang bermanfaat, terlepas dari kerusakan yang ditimbulkannya. Plastik ada di mana-mana. Sampah plastik benar-benar ditemukan di mana-mana, dari Kutub Utara hingga Antartika. Ini menyumbat saluran air jalan di kota-kota kita. Turut mengotori perkemahan dan taman nasional, dan bahkan menumpuk di Gunung Everest. Karena kebiasaan kita untuk membuang sampah ke sungai dan laut, maka sampah plastik menjadi semakin berkumpul dan menumpuk di lautan dunia.

     

    Plastik adalah salah satu produk utama fracking. Kita sudah tahu bahwa fracking buruk bagi planet kita. Fracking dapat mencemari air, tanah, dan udara dengan racun, menciptakan rongga bawah tanah yang runtuh menjadi lubang pembuangan, dan meningkatkan tekanan pada formasi batuan bawah tanah, mengacaukannya dan menyebabkan gempa bumi, bahkan di beberapa tempat. Plastik itu bersifat mudah dibuang yang biasanya dirancang untuk sekali pakai.

     

    Dalam beberapa bulan terakhir, dampak terhadap satwa liar yang berasal dari makan, atau terjerat sampah plastik telah dilaporkan lebih luas dan lebih sering daripada sebelumnya, yang menyebabkan kemarahan dan protes publik. Peristiwa tragis ini seharusnya tidak mengejutkan karena diperkirakan ada 270.000 ton plastik mengambang di lautan dunia di mana ia mengancam 700 spesies laut dengan kehadirannya. Selanjutnya, ada semakin banyak bukti bahwa plastik berperan dalam meningkatnya tingkat kepunahan spesies.

     

    Tidak semua plastik dapat didaur ulang dan tidak semua plastik yang dapat didaur ulang didaur ulang. Orang sering dibingungkan dengan istilah 'penguraian' versus 'dapat terurai secara hayati' (atau 'dapat dikomposkan'). Ketika plastik dipecah, ini berarti satu potongan plastik besar direduksi menjadi sekumpulan potongan plastik yang lebih kecil. Potongan plastik yang lebih kecil ini dapat dikonsumsi oleh hewan yang lebih kecil, tetapi masih tidak dapat dicerna. Sebagian kecil plastik adalah “dapat dikomposkan” atau “dapat terurai secara hayati”, yang berarti mereka dapat direduksi menjadi komponen kimianya dengan, katakanlah, kompos rumah Anda. Plastik lain hanya dapat berhasil dikomposkan oleh fasilitas industri atau kota setelah terlebih dahulu dipisahkan dari plastik lain yang tidak dapat terurai secara hayati.

     

    Kebanyakan plastik bertahan selamanya. Plastik bertahan bahkan dalam kondisi yang paling keras, seperti mengambang di lingkungan laut di bawah terik sinar matahari yang tak henti-hentinya atau membeku di es Arktik selama bertahun-tahun sebelum akhirnya melayang dan mendarat di pantai yang jauh. Karena alasan ini, plastik mungkin akan hidup lebih lama dari manusia itu sendiri.

     

    Nah kita daritadi berbicara tentang bahaya penggunaan plastik, tetapi secara realistis, plastik itu sendiri pada dasarnya tidak buruk - buruk banget loh. Plastik membuat hidup lebih baik, dan lebih mudah, bagi kita. Misalnya, salah satu benda pertama yang Anda gunakan setiap pagi dan salah satu benda terakhir yang Anda gunakan setiap malam, sikat gigi, terbuat dari plastik. Setiap kali Anda mengunjungi supermarket, Anda bertemu dengan berbagai macam plastik yang berfungsi sebagai kemasan untuk memperpanjang kesegaran makanan, dan di rumah sakit, berbagai plastik membantu memperpanjang hidup Anda. Faktanya, keabadian plastik telah mengilhami beberapa peneliti giat untuk mulai berpikir 'out of the box' untuk mengembangkan inovasi guna menggunakan kembali plastik yang sudah ada, bahkan mungkin untuk mengurangi efek perubahan iklim. Bagaimana? Plastik ramah lingkungan jawabannya! Beberapa jenis plastik ramah lingkungan yang dikutip dari situs Daya adalah sebagai berikut:

    • Bioplastik. Salah satu jenis plastik yang aman dan ramah lingkungan serta bisa Kawan Mula digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah bioplastik. Jenis plastik ini dibuat dari jamur atau pati jagung. Hasilnya menjadi bioplastik berbahan alami yang disebut dengan polylactic acid (PLA). Ciri utama dari bioplastik ini adalah memiliki tampilan yang hampir mirip dengan polyethylene dan polypropylene. Kedua bahan tersebut merupakan dua jenis plastik yang dibuat dari bahan petrokimia.

    • Plastik Biodegradable. Plastik yang dapat diuraikan oleh organisme hidup, biasanya mikroba, menjadi udara, karbon dioksida, dan biomassa. Plastik biodegradable biasanya diproduksi dengan bahan baku terbarukan, mikro-organisme, petrokimia, atau kombinasi ketiganya. Bahan tambahan pada pembuatan plastik ini membuat sampah bisa menjadi lebih terurai. Dan penguraiannya dilakukan oleh oksigen/sinar.

    • Plastik Eco. Plastik yang dihasilkan dari proses daur ulang bahan-bahan plastik dari petrokimia untuk digunakan kembali.

     

    Plastik ramah lingkungan memiliki banyak keuntungan, baik untuk lingkungan maupun sesama makhluk hidup, seperti:

    Mudah untuk di daur ulang. Jenis plastik ini lebih mudah diubah dan diubah menjadi bentuk produk baru karena lebih dari jenis plastik tradisional biasanya. Hemat biaya. bahan untuk membuat plastik ramah lingkungan lebih rendah daripada biaya untuk membeli minyak bumi. Proses pembuatannya pun lebih efisien sehingga biaya produksi dapat diturunkan. Pada akhirnya ketika menggunakan plastik ramah lingkungan khususnya bagi para pengusaha dapat memberikan harga yang lebih bersahabat bagi para konsumennya untuk produk-produk plastik mereka.

     

    Lebih aman untuk satwa. Karena Sulit Terurai hingga ratusan tahun, sangat mungkin mengonsumsi limbah plastik tersebut hingga kematian. Namun dengan kemampuan urai yang lebih cepat, sampah plastik ramah lingkungan jauh lebih aman bagi satwa karena tidak mudah ditemukan lagi keberadaannya dalam hitungan beberapa tahun saja. Lebih tidak berbahaya bagi makhluk hidup. plastik tersebut mengandung bahan kimia berbahaya, seperti PVC, yang dapat memicu masalah perkembangan fisik maupun mental bagi hewan maupun manusia. Sementara itu, plastik ramah lingkungan menggunakan hanya sedikit bahan kimia atau bahkan tidak menggunakna sama sekali sehingga penggunaannya bagi hewan maupun manusia menjadi lebih aman.

     

    Mengurangi plastik. Limbah plastik di dunia telah mencapai 275 juta ton setiap tahunnya. Limbah sebanyak itu pun baru dapat terurai dalam jangka waktu ratusan tahun. Dengan menggunakan plastik ramah lingkungan, Anda sudah berperan menguragi limbah plastik yang sulit terurai. Pasalnya, jenis plastik seperti bioplastik ataupun plastik biodegradable bisa hancur dalam hitungan 1—2 tahun.

     

    Plastik memang tidak bisa dihilangkan penggunaannya dalam kehidupan manusia sehari - hari. Namun, dengan penggunaan plastik ramah lingkungan diharapkan mampu mengurangi dampak negatif dan berbahaya dari plastik biasa. Menggunakan eco - plastics yang lebih mudah untuk di daur ulang atau menggunakan tas belanja yang bisa digunakan secara berkelanjutan juga dapat menjadi solusi bagi Kawan Mula untuk berkontribusi dalam melindungi lingkungan dan bumi kita.